Saya tertarik untuk membaca laporan keuangan dari salah satu perusahaan eksportir udang terbesar di Indonesia. Yapp, perusahaan itu adalah PT. Pancamitra Multiperdana (PMMP).

PMMP berada di nomor 2 sebagai eksportir udang terbesar di Indonesia. Saya mencoba mencari tau siapa peringkat pertama, namun sampai tulisan ini dimuat, masih belum ketemu juga.

Untuk produk penjualannya sendiri, Perusahaan mayoritas menjual produk Udang Mateng (Yang sudah dimasak) , Udang olahan, dan udang mentah. Perhatikan, bahwa perusahaan meningkatkan penjualan produk yang sudah hilirisasi.

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan profitabilitas Perseroan. PMMP ingin mengurangi porsi penjualan produk commodity , khususnya Raw Shrimp, karena kompetisi di variasi ini sangat ketat, terutama dari India dan Ekuador yang berfokus pada produk Raw Shrimp. Sedangkan untuk produk Value Added ini, supply nya masih sangat sedikit dan demandnya sangat tinggi, sehingga memiliki marjin yang lebih baik.

Negara utama pengimport produk dari PMMP adalah Amerika dan Jepang. Dimana harga udang global sendiri cukup stabil.

Penjualan eksportnya sendiri setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup baik :

2013 = 6.000 Ton
2015 = 8.000 Ton
2016 = 10.000 Ton
2018 = 11.000 Ton
2019 = 15.000 Ton
2020 = 18.000 Ton

PMMP Listing di BEI Desember 2020. Masih sangat baru, sehingga untuk data laporan keuangannya, masih cukup terbatas. Dengan melepas saham sebanyak 15% dengan nilai Rp 118,6 Milyar.

Dana IPO tersebut digunakan perusahaan sebanyak 66,5% untuk pembangunan pabrik, dan sisanya untuk modal kerja pembelian udang .

Oke, sekarang kita masuk ke analisis Laporan keungannya.

Dari website perusahaan, kita disuguhkan data mulai dari tahun 2017 sampai juni 2021. Berikut rekapannya yang sudah saya olah sendiri.

Karena mayoritas pendapatan perusahaan dalam dollar, maka laporannya keuangannya pun disajikan dalam USD. Untuk mempermudah analisis, saya konversi ke dalam rupiah dengan asumsi 1 USD = Rp 14.000.

Perhatikan bahwa GPM dari perusahaan ini cukup stabil di kisaran 20%, namun menurun signifikan untuk NPM nya yang hanya rata-rata 5 %.

Perusahaan ini mayoritas menggunakan hutang jangka pendek dalam operasionalnya untuk membeli bahan baku udang. Dimana nanti setelah penjualan dan pembayaran dari konsumen, perusahaan akan membayar hutang tersebut.

Namun yang menjadi perhatian saya adalah, dengan tingginya tingkat hutang tersebut, membuat beban bunganya juga sangat mengurangi porsi laba bersih perusahaan. Dari total laba bersih 4,5 Tahun, 95% nya tergerus oleh beban bunga. Polanya hampir sama dengan perusahaan yang sebelumnya saya posting (TBLA).

Saya pribadi kurang menyukai tipe perusahaan yang operasionalnya sangat tergantung oleh dana pihak ketiga (khususnya Perbankan). Karena otomatis porsi keuntungan juga bakal tergerus, dan bisa jadi perusahaan mengalami kesulitan atau gagal bayar apabila sewaktu-waktu terjadi krisis atau force major .

Satu lagi yang mengernyitkan kening saya adalah terkait Cash Flow from Operation perusahaan yang selama 4,5 Tahun ini, totalnya masih -480 Milyar.

Saya masih tanda tanya dengan performa perusahaan ini dalam menghasilkan Cash Flow dari operasionalnya.

Mungkin butuh waktu yang lebih panjang lagi untuk melihat gambaran secara lebih utuh. Laba bersih nya sendiri setiap tahun rata-rata menghasilkan 100 Milyar dan dengan potensi ke depannya yang masih mempunya pasar yang cukup luas, maka bisa jadi akan terjadi peningkatan.

Dengan harga saham di market saat ini sebesar Rp 1,01 Triliun (Rp 430/lembar), maka kisaran waktu untuk balik modal adalah 10 Tahun.

Let, say dengan peningkatan laba 15% per tahun, maka bisa jadi PER nya 7-8 kali. Dengan PBV =0,98 kali.

Penilaian saya pribadi, yang mana sangat memperhatikan Cashflow dari operasionalnya relatif terhadap laba bersihnya, maka perusahaan ini masih “Too hard pile” dan buat saya mengajukan pertanyaan, “Where is the money?”.


Saya tidak melihat wujud cash yang baik, dari laporan keuangannya, meskipun di laporan Laba bersihnya menunjukkan angka yang positif

close

Subscribe!

Dapatkan Postingan Terbaru Via Email !

Take a look at our Privacy Policy for more info.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *