“Buku terbaik yang pernah ditulis tentang investasi”. Begitu lah komentar di belakang halaman buku ini, yang ditulis oleh investor legendaris sepanjang masa, Warren Buffet.

Aku membeli buku ini (terjemahan) tahun 2018 di Gramedia. Sampai saat ini, kalau kalian ke gramedia, masih ada dipajang, dengan desain sampul yang sudah mengalami perubahan.

Menurutku pribadi, kalau kalian ingin belajar investasi, buku ini harus kalian beli. Tapi bukan buku pertama yang kalian baca. Karena apa? kemungkinan besar pasti gak akan ngerti . Ha ha ha.

Di samping itu, buku ini juga cukup tebal, isinya hampir 800 halaman. Bisa dipastikan, ini akan menjadi buku kenangan, kalau baru pertama kali investasi , tapi langsung mencoba membaca buku ini.

Oke, itu menurut pendapatku, kalau mau dicoba silahkan.

Tapi kembali lagi, buat yang ingin mendalami investasi, buku ini harus dibaca, karena apa? karena buku ini adalah salah satu buku yang bisa membentuk kerangka dasar berpikir dalam investasi.

Jadi kapan membaca buku ini? tanpa mengetahui dasar-dasar (apalagi istilah-istilah) di pasar modal, akan sulit memahami isi nya. Jadi yang pertama, baiknya, mulai dulu aja berinvestasi dengan modal yang kecil tentunya. Nanti seiring waktu, selalu belajar, khususnya istilah-istilah, dan sering membaca literasi bisnis, ekonomi dan investasi, video youtube para investor, silahkan pelajari semuanya.

Perlahan, baca pelan-pelan buku the intelligent investor ini, tidak harus berurutan menurutku, khususnya tulisan komentar dari jason zweig, yang sudah diupdate supaya lebih relevan dengan kondisi saat ini .

Sampai dengan saat ini, aku juga masih membaca buku ini, selalu ada saja ilmu baru yang kudapat ketika membacanya. Jadi pelajaran berharganya adalah , selalu belajar.

Oke, jadi kembali lagi ke topik utama, review buku ini versiku.

Aku gak akan mengulas bab per bab, karena bakal panjang banget, aku bakal mengulas yang menurutku yang paling penting dari buku ini.

Total di dalam buku ini ada 20 Bab.

Buku ini memberi pelajaran penting :

  1. Bagaimana meminimalisir kemungkinan rugi yang tak dapat diperbaiki
  2. Bagaimana memaksimalkan peluang memperoleh keuntungan yang berkelanjutan
  3. Bagaimana mengendalikan tingkah laku yang menyebabkan sebagain investor gagal memaksimalkan potensinya.

Bab 1 : Investasi vs Spekulasi

Benjamin Graham dengan jelas menjelaskan di bab ini bahwa Investasi adalah tindakan yang melalui analisis yang menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan keuntungan yang memadai.

Perhatikan, tulisan yang saya Bold, menurutku, pernyataan Graham bukanlah sesuatu yang muluk-muluk atau memberikan suatu janji yang muluk , namun pernyataan nya cukup kuat.

Dan spekulasi adalah tindakan yang tidak memenuhi syarat pengertian investasi di atas.

Menurutku cukup jelas ya, pengertian dari Benjamin Graham dalam mengemas pemahaman mengenai investasi.

Bab 2 : Investor dan Inflasi

Di bab ini, Benjamin Graham menuliskan bahwa inflasi memegang peranan penting dalam tingkat penderitaan kerugian dengan menyusutnya nilai mata uang. Oleh karena itu, dia menjelaskan bahwa berinvestasi dapat mengompensasi penurunan daya beli uang itu, dengan memperoleh imbal hasil dari return kenaikan harga, dividen, atau imbal hasil dari surat berharga.

Benjamin graham juga menuliskan di bukunya bahwa investor jangan meminjam uang untuk membeli atau memiliki sekuritas (saham). Beliau mendasari dari pengalaman yang terjadi di tahun 1964.

Bab 5 : Investor Defensif

Di bab ini Graham menjelaskan tentang pembelian saham dengan cara Dollar Cost Averaging (DCA) , kalau kita menyebutnya, nabung saham rutin.

Beberapa pedoman untuk investor defensif :

  1. Harus ada diversifikasi memadai, tapi tidak berlebihan, menurutnya ada 10 saham
  2. Setiap perusahaan haruslah besar dan terkemuka.
  3. Perusahaan harus memiliki sejarah panjang pembayaran continue atas dividen.

Untuk investor pemula, Graham menyarankan agar tidak menghambur-hamburkan usaha dan uang untuk mencoba mengalahkan pasar. Pelajari nilai Saham dan membandingkan nya terhadap harga yang ditawarkan, dengan modal kecil terlebih dahulu.

Membeli saham tidak tergantung pada sumber daya keuangan si investor, tapi peralatan keuangannya dalam hal ini berupa PENGETAHUAN, PENGALAMAN, dan TEMPERAMEN.

Perhatikan 3 kata yang aku bold itu, sangat-sangat penting dalam berinvestasi.

Benjamin Graham juga menuliskan pengertian Resiko itu seperti apa. Sebuah Investasi tidak seharusnya disebut Beresiko hanya lantaran fluktuasi harga (naik turunnya harga). Risiko baru benar-benar muncul dari bahaya bahwa harga yang dibeli terbukti terlalu tinggi dibanding nilai intrinsiknya.

Bab 8 : Investor dan Fluktuasi Pasar

Saham cenderung dipengaruhi oleh fluktuas harga yang terjadi secara berulang dan dalam rentang waktu yang panjang. Karenanya investor pintar harus memperhatikan peluang memetik laba dari pergerakan harga tersebut.

investor pintar harus berjuang membeli saham ketika harga pasarnya di bawah nilai wajar dan menjual ketika harga pasarnya berada di atas nilai wajar. Dan berusaha memastikan ketika membeli saham, anda tidak membayar terlalu mahal untuk nya.

Investor lihai adalah orang yang membeli di pasar bearish ketika semua orang menjual dan menjual di pasar bullish ketika semua orang membeli.

Investor sebaiknya berkonsentrasi pada saham yang dijual dengan harga paling mendekati nilai aktiva berwujudnya , tak lebih dari 1/3 nilai aktiva berwujudnya. (PBV < 0,3)

Ini lah yang sering disebut Cigarbutt. Artinya, seperti lintingan rokok yang masih sisa sedikit lagi untuk dihisap.

Fluktuasi memberikan kesempatan untuk membeli dengan bijak ketika harga turun, dan menjual dengan bijak ketika harga naik pesar. Di luar itu, lebih baik investor melupakan pasar saham dan berfokus pada return dividen serta hasil operasional perusahaan tempatnya berinvestasi.

Bab 20 : Margin of Safety

Ini adalah bab terakhir dalam buku ini. Dan salah satu bab yang paling powerfull.

Benjamin Graham menulis : dihadapkan pada tantangan untuk mengintisarikan investasi yang kokoh menjadi 3 kata , maka itu adalah : MARGIN OF SAFETY.

Di sini dia menjelaskan contoh perusahaan kereta api yang harus mempunyai pendapatan lebih dari 5 kali lipat dari biaya totalnya yang berlangsung selama beberapa tahun, agar obligasinya, bisa digolongkan sebagai investasi yang layak.

Kalau mungkin saya juga sedikit memberikan contoh , apabila kita meminjam uang ke Bank, tentu bank akan meminta jaminan yang sesuai dengan penilaian mereka, bahwa jaminan itu nantinya cukup untuk mengganti uang yang dipinjamkan ke kita, apabila kita gagal membayar pinjaman itu. Tergantung seberapa berkualitas jaminan itu. Misalkan kita menjaminkan tanah , yang harga ideal di lokasi itu, adalah 50jt.

Tentu Bank juga harus menjustifikasi nilai itu, dan memberikan pinjaman, yang tidak lebih besar dari nilai jaminan itu sendiri, agar pihak Bank juga mempunyai margin of safety, apabila kondisi nya nanti ternyata tidak sesuai dengan penilaian mereka.

Begitu pula dengan kita para investor, dalam melakukan penilaian valuasi terhadap perusahaan yang sahamnya ingin kita miliki. Tentu kita harus mengenali dan menganalisis terlebih dahulu nilai perusahaan itu, mulai dari laba dan pendapatannya, cashflow nya, asetnya, dan seterusnya, lalu kita menjustifikasi nilainya. Semakin tinggi gap antara nilai yang kita kalkulasi terhadap harga (Value >> price) yang ditawarkan oleh pasar, maka semakin tinggi pula margin of safety yang akan kita terima.

Ringkasan :

  1. Ketahui apa yang sedang anda lakukan, pahami bisnisnya
  2. Percayakan bisnis itu dengan manajemen yang mempunyai integritas yang tinggi
  3. jauhi bisnis yang memberi peluang rugi lebih besar dibanding untungnya
  4. yakin dengan pengetahuan dan pengalaman anda.

Oke, mungkin itu adalah sedikit intisari dari luasan ilmu yang Benjamin Graham tuliskan di bukunya ini. Semoga tulisan ini bisa memicu pembaca untuk membaca langsung buku nya dan memahaminya.

close

Subscribe!

Dapatkan Postingan Terbaru Via Email !

Take a look at our Privacy Policy for more info.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *