Setelah beberapa tahun bekerja, saya baru menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan pengelolaan keuangan saya. Saking senangnya traveling , saya lupa bahwa tidak sedikit uang yang dihabiskan untuk akomodasi dan pendukung lainnya.

Bermaksud untuk menyisihkan sedikit untuk di investasikan, maka saya saat itu pergi ke Bank Mandiri Solo. (Karena saat itu saya masih bertugas di Karanganyar). Yang saya mengerti saat itu, produk investasi yang aman hanyalah Deposito, oleh karena itu saya ke Bank untuk mendepositokan dana saya.

Singkat cerita, Customer Servicenya menawarkan saya produk investasi dan asuransi AXA Mandiri sekaligus , dengan berbagai macam strategi marketing yang entah bagaimana membuat saya agak tertarik.

Petugas AXA Mandiri nya berbeda dengan Customer Service Bank . Jadi Beliau menjelaskan kepada saya sambil menunjukkan brosur dan estimasi keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari membeli produk nya mereka.

Dengan ilmu yang sangat hampa tentang investasi dan asuransi, saya coba-coba sim salabim, tanpa berhitung lebih detail. “Pikiran saya, daripada uangnya habis gak jelas”. Yang penting ada kata-kata “Investasi”. Menyedihkan.

Jadilah saat itu saya terdaftar di Asuransi AXA Mandiri dengan proporsi yang cukup besar di Investasinya (seingat saya 75% : 25%) perbandingan antara Investasi : Asuransi.

Berjalannya waktu, saya belajar dan mencoba produk-produk investasi (atau spekulasi?) yang lain juga. Saya mencoba DPLK BNI, coba-coba trading Forex (Demo), dan Saham.

Suatu waktu saya mencoba melihat laporan hasil investasi di perusahaan asuransi tersebut. Honestly saya bingung membacanya. Kok ada satuannya “unit” begini ya? Emang saya beli properti? Hahaha.

Hitung punya hitung, dan tanya pihak asuransinya, ternyata hasilnya sangat tidak memuaskan saya. Satu hal lagi, saya tidak tau seperti apa penempatan alokasi dana yang dilakukan oleh pihak asuransi terhadap dana yang saya investasikan.

Sehingga dengan sangat yakin, saya kembali menelpon pihak asuransi nya, bahwa saya ingin menyetop (auto debit) untuk dana investasinya. Walaupun mereka menyampaikan bahwa resiko pemotongan sana sini kalau berhenti di tengah jalan, saya sudah “Bodo amat”.

Singkat cerita beberapa hari (kerja) kemudian, dana hasil investasi itu dikembalikan ke saya, dan rugi mungkin belasan atau puluhan persen dari dana yang saya setorkan selama ini.

Tapi buat saya, itu adalah pelajaran berharga , untuk lebih hati-hati sebelum memberikan kepercayaan kepada orang lain, even itu institusi , untuk melakukan pengeleloaan dana kita.

Untuk produk asuransi nya sendiri, tetap masih saya jalankan, karena tujuannya memang untuk cover kesehatan.

Dan yang sedikit menjengkelkan buat saya adalah, marketing mereka yang tanpa lelah selalu menelpon-nelpon untuk menawarkan produk ini itu.

Yang bikin saya tambah jengkel , percakapan itu direkam dan dilegalkan untuk sebuah keputusan, dan mereka tidak mengatakan di awal bahwa percakapan itu direkam untuk pengambilan keputusan. Jadi kalau sewaktu-waktu kita mengatakan iya (dengan setengah sadar hehehe), bulan berikutnya siap-siap deh ada laporan autodebit dari rekening.

Jadi , sedikit tips dari saya adalah

  1. Apabila ingin membeli produk asuransi, belilah produk yang murni untuk asuransi, jangan untuk investasi mengelola dana pribadi. Saya tidak yakin, bahwa perusahaan mereka bisa mengelola dana investasi (unit link) dengan lebih baik dari Indeks saham kita.
  2. Model bisnis perusahaan asuransi adalah menggunakan dana yang kita berikan ke mereka dengan memutar kembali di pasar modal, bisa dalam bentuk saham, obligasi, deposito, SUN, dll. Yang menjadi masalah kalau kita mengggunakan jasa mereka untuk pengelolaan dana (unit link), beban-beban administrasi, fee, dll itu bisa jadi sangat membebani , iya kalau untung, kalau rugi, malah kita yang nanggung. Sementara beban-beban dan fee tadi , adalah beban tetap yang harus nasabah tanggung.
  3. Pilih perusahaan asuransi yang memang sudah terpercaya dan sesuai spesifikasinya. Contoh :
    Asuransi Mobil dan motor ada : Tugu Insurance, Asuransi Lifepal, Asuransi Sinarmas,dll
    Asuransi Kesehatan/Jiwa : Axa Mandiri, Manulife, AIA,dll
    Asuransi Kebakaran : Asuransi Allianz, Asuransi AXA, Asuransi BCA, Asuransi Sinarmas,dll

Saya mengutip pernyataan Anthony Robbin , “Ketidaktahuan adalah rasa sakit dan kemiskinan di dunia keuangan. Pengetahuan yang anda peroleh akan menjadi bahan bakar yang anda perlukan untuk mengatakan, Tidak pernah lagi! Tidak pernah lagi saya akan dimanfaatkan.”

Oke, mungkin cukup sekian dari pengalaman saya. Semoga menjadi pembelajaran buat kita semua.

Baca : Analisis Saham Tugu Insurance

close

Subscribe!

Dapatkan Postingan Terbaru Via Email !

Take a look at our Privacy Policy for more info.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *