Sebelumnya saya tidak terlalu tertarik untuk membaca lebih lanjut tentang perusahaan yang bergerak dibidang keramik ini. Karena persaingan di bisnis ini sangat ketat dengan barang-barang import murah dari China, India, Vietnam atau negara-negara lain. Sama seperti industri baja.

Namun , itu adalah kesalahan besar buat saya. Bahwa jangan pernah membatasi diri untuk belajar apapun, karena bisa jadi di dalam itu ada kesempatan yang luar biasa baik.

Oke, sekarang mari kita lilhat sekilas tentang perusahaan Arwana Citramulia (ARNA) Ini.

Perusahaan ini sudah berdiri hampir 30 tahun, lebih tepatnya 27 tahun. Perhatikan bahwa angka penjualan selama tahun 2020 sebesar 10% dari total perusahaan ini, sejak berdiri di awal. Artinya, perusahaan ini memiliki pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan setiap tahunnya. Sekarang mari kita lihat data detailnya.

Di awal perusahaan ini beroperasi, kapasitas produksi nya masih 1,29 Juta m2, dan sampai 2020 sudah mencapai 63juta m2. Dengan CAGR 16%. Woww.

Bahkan produksinya melampau kapasitas mesin, yang artinya adalah, permintaan akan produksi keramik nya melebihi kemampuan kapasitas nya. Berarti perusahaan ini mempunyai peluang besar untuk kembali meningkatkan ekspansi nya di perluasan kapasitas produksi.

Produk keramik tentu sangat berkaitan dengan sektor perumahan. Menurut data kemenpupr, sampai dengan saat ini saja, backlog perumahan masih dikisaran 10 juta rumah. Yang artinya adalah kebutuhan nya masih sangat jauh melebihi ketersedian pasokan.

Berarti secara sederhana kebutuhan turunannya, seperti keramik ini, saat ini masih sangat tinggi di Indonesia.

Bagaimana tingkat persaingannya sendiri dengan kompetitor?

ARNA sendiri secara global menempati posisi nomor 14 terbesar dari kapasitas produksinya (64 juta m2), namun masih kalah dengan SCG thailand dengan kapasitas 201 juta m2.

Secara nasional, kompetitor ARNA adalah barang import dari India, China, dan vietnam.

Di tahun 2021 ini ditargetkan utilisasi keramik nasional di kisaran 400juta m2. Berarti ARNA ini sendiri memegang 16% market share.

Di tingkat produk menengah ke atas, ARNA juga mempunyai peluang yang sangat besar dengan demand di kisaran 150-270 juta m2, dan ARNA masih bisa memproduksi 3juta m2. Sehingga masih sangat besar peluang untuk memasuki area ini.

Dari sisi beban operasionalnya juga ARNA sangat diuntungkan oleh keputusan pemerintah untuk menurunkan harga gas bumi , yang mana ini adalah bahan bakar utama dalam industri keramik, yang turun dari USD9/MMBTU menjadi USD 6 /MMBTU. Yang bisa menurunkan 1,3% efisiensi biaya produksi.

Bagaimana dari sisi Laporan keuangannya? Mari kita lihat.

Lihat nilai pendapatannya? ini perusahaan sangat bertumbuh bukan?

Dari yang 2008 masih 647 Miliar, menjadi 2,2 Triliun di tahun 2020, dan bisa melebihi lagi ditahun 2021.

GPM cukup stabil di kisaran 27% per tahun, dan NPM di rata-rata 10,8% , namun dengan kondisi yang baik, bisa mencapai 16-18% per tahun. Seperti tahun 2013-2014, dan tahun 2020-2021.

Dan dari segi sisi balance Sheet, perusahaan ini juga sangat sehat dengan tingkat hutang yang cukup kecil.

Cashflow setiap tahun juga selalu positif, karena memang penjualan dari produk ini juga biasanya langsung dibayar oleh konsumen. Dan mayoritas penjualan perusahaan ini melalui Mitra10, yang mana toko Mitra10 ini sudah cukup berkembang saat ini.

VALUASI

Oke , sekarang kita menilai bagaimana valuasi saham perusahaan saat ini.
Harga per lembar saham saat ini adalah Rp 840 yang berarti market kapitalnya sebesar Rp 6,1 Triliun.

Dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba per tahun di kondisi yang cukup baik adalah Rp 400an Milyar. Maka PE Rationya di kisaran 14 kali. Namun dengan kemampuan perusahaan yang masih bertumbuh , tentu saja nilai ini akan bisa lebih kecil lagi.

Dari saya pribadi, lebih suka kalau PE Ratio di bawah 10 kali. Dari segi konservatif, harga Rp 400 per lembar adalah angka yang cukup menguntungkan menurut saya.

Sayang, saya terlambat untuk membaca perusahaan ini. Padahal harga itu bisa kita dapatkan di tahun lalu atau sampai akhir tahun 2020 pun harganya masih Rp 500an .

Cukup fair price menurutku.

So, harus bersabar kembali untuk menunggu perusahaan ini kembali ke harga yang cukup murah untuk dibeli.

close

Subscribe!

Dapatkan Postingan Terbaru Via Email !

Take a look at our Privacy Policy for more info.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *