Laporan BKPM di Q1 2022 mencatat bahwa Jawa Barat menempati posisi ke2 dengan tujuan investasi modal asing dengan nilai 17,4 Triliun & 21 Triliun investasi dalam negeri. Diikuti oleh Jakarta dengan nilai yang tidak terlalu jauh berbeda.

Gudang dan kawasan industri menempati posisi 3 besar dari sektor yang diinvestasikan.

Kalau kita bicara jawa barat, kawasan industri terbesar , lokasinya berada di cikarang, bekasi.

3 Perusahaan besar (yang listing) ada di dalamnya yaitu : Deltamas (DMAS) yang dimiliki oleh Bumi Serpong, Jababeka (KIJA), dan Bekasi Fajar (BEST)

Namun untuk saat ini, saya lebih ingin membahas Bekasi Fajar (BEST).

Karena covid-19, 2 tahun berturut-turut (2020 & 2021) perusahaan ini mencatatkan kerugian, karena pembatasan mobilisasi. Tentu saja ini penting, karena konsumen (investor) tentu nya ingin melihat lokasi langsung kalau mau beli tanah dari BEST. Apalagi tanah yang mau dibeli luasannya berhektar-hektar. Alhasil penjualan tanah yang dapat dibukukan perusahaan tahun 2020=0 Ha, dan 2021 = 4 Ha.

Dari 2014, rata-rata penjualan tanah bisa berkisar di atas 30 Ha setiap tahunnya. Dengan laba bersih 300-400 Milyar .

Berapa kapitalisasi perusahaan saat ini? Hanya 1,1 Triliun. Hanya 2-3x Earning (di tahun normalnya). Dengan persediaan tanah yang masih cukup luas (Gross=1046 Ha, Net=699 Ha). Dan perusahaan selalu melakukan rebalancing terhadap aset yang sudah terjual, dengan mengakuisis tanah baru lagi yang luasannnya kurang lebih sama dengan yang terjual. Sehingga membuat perusahaan ini tetap sustain.

Di Q1 2022, Perusahaan sudah mencatatkan marketing sales 8 Ha, dan ditargetkan 20 Ha, dengan target laba bersih 200-300 Milyar. Setidaknya kalaupun buruk-buruknya, yang 8 Ha tadi, sudah bisa menyumbang laba 100 Milyar. Cukup baik dibandingkan kerugian 2 tahun sebelumnya.

Keunggulan lokasi perusahaan yang terkoneksi dengan jalan tol dan ekosistem industri yang sudah terbentuk dari hulu ke hilir, tentu menjadi nilai plus, dibandingkan kawasan industri yang didaerah luar seperti Batang (yang masih baru).

Dan perusahaan juga mempunyai rencana ekspansi ke jawa tengah atau daerah lain yang potensial ke depannya, sehingga perusahaan ini cukup sustain ke depannya.

Momentum terbesar tetap adalah pemulihan ekonomi dan kondisi politik (perijinan dll) yang efektif dan mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi. Dan sampai 2024, menurut saya pemerintahan saat ini sangat sangat mendukung jalannya investasi.

Saya masih mencari resiko yang cukup signifikan mengganggu kinerja perusahaan ini.

Tentu saja margin of safety yang cukup lebar saat ini, sangat memberikan protection untuk membeli saham perusahaan ini .

Apakah sesuai dengan namanya, perusahaan ini akan menjadi the best?

Kita lihat saja.

close

Subscribe!

Dapatkan Postingan Terbaru Via Email !

Take a look at our Privacy Policy for more info.

Leave a Reply

Your email address will not be published.