1.Sekilas Tentang Perusahaan

Berdiri sejak 25 November 1981, Tugu Insurance merupakan perusahaan asuransi umum yang berkantor pusat di Jakarta. Dilihat berdasarkan jumlah anggaran dasar perusahaan, Tugu Insurance memiliki ruang lingkup kegiatan di sektor industri asuransi umum, reasuransi, dan bisnis syariah. Pada 2018, Tugu Insurance mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuka Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada masyarakat umum.

Terhitung sejak 28 Mei 2018, Tugu Insurance efektif terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TUGU.

2. Komposisi Pemegang Saham

Annual Report TUGU 2020

Per akhir 2020 pemegang saham mayoritas perusahaan ini adalah PT. Pertamina, dengan kepemilikan 58,5%. Untuk update nya di bulan Juli 2021 PT. Baruna Harmoni Investama sudah tidak muncul lagi di atas 5% karena sudah melakukan penjualan saham.

Keterbukaan Informasi IDX

Direktur utama PT. Tugu ini adalah Indra Baruna, dari nama PT. Baruna Investama ini, sepertinya mungkin saja ada hubungan nya dengan Dirutnya. Tapi saya tidak menemukan informasi legalnya. Jadi anggap saja tidak ada hubungannya. Hehe.

3. Profitabilitas

Seperti biasa, saya akan menunjukkan analisis-analisis sederhana saya terkait angka-angka yang bisa pembaca lihat langsung dan bisa menyimpulkan masing-masing seperti apa bisnis dan profitabilitasnya. Btw, angka-angka ini saya ketik ulang di excel, dan sebelum 2019, perusahaan mencatatkan laporan keuangan nya dalam USD, sehingga harus saya kalikan dengan rupiah (Asumsi Rp14000/USD). Dan karena datanya banyak, bisa jadi saya melakukan kesalahan pengetikan. Jadi teman-teman tetap harus melakukan analisis ulang ya .

Data dari Annual Report Perusahaan

Jadi, seperti penjelasan di awal, bahwasanya perusahaan ini bergerak di bidang asuransi, dengan mayoritas bisnis asuransi nya dengan korporasi. Karena Perusahaan merupakan entitas PT. Pertamina, maka setiap proyek pertamina diasuransikan ke perusahaan ini. Seperti proyek offshore /onshore. Di samping itu, dari informasi yang kita bisa tonton di youtube, dirutnya mengatakan bahwa TUGU ini sedang ekspansi ke produk retail yaitu asuransi kendaraan bermotor (motor dan mobil) T-Drive. Informasi lainnya juga perusahaan bekerja sama dengan pabrikan mobil (Hyundai) untuk asuransi mobil . Link berita ada disini .

Hal yang menarik lainnya juga bisa kita lihat bahwasanya, perusahaan milik Patrick Waluyo (Northsar) juga punya portofolio di perusahaan ini, namun mungkin karena di bawah 5%, sehingga tidak terdeteksi. Lihat di link ini . Tau kan Patrick Waluyo siapa?, Beliau adalah salah satu pemegang saham Gojek, Buma, Greenfield, dan lainnya. Mungkin kalian bisa melihat profilnya di youtube atau di google. Patrick ini lah yang pertama kali menyuntikkan dana ke Nadiem untuk memulai proyek Gojek. Hingga sampai saat ini valuasinya sudah sangat-sangat besar.

Kita kembali ke TUGU. Jadi Bisnis TUGU ini adalah perusahaan asuransi, dengan menerima uang Premi dari klien (yang apabila terjadi kebakaran, bencana, dll, TUGU akan mengganti rugi sesuai dengan hitungan,penilaian dan kesepakatan dengan klien). Ada yang menarik dari bisnis asuransi ini, bahwa di catatan laporan keuangannya, ketika TUGU menerima premi asuransi, perusahaan ini kembali mengasuransikannya ke perusahaan lain. Contoh, Kebakaran. Tahun 2020, premi asuransi kebakaran dari klien sebesar 2Triliun, namun TUGU kembali me reasuransikan kebakaran ini sebesar 1Triliun ke perusahaan lain. Menurut saya ini merupakan management resiko dari perusahaan agar tidak menanggung semua kerugian apabila terjadi klaim dari klien. Saya juga baru tau bisnis asuransi ini setelah melihat laporan Keuangan TUGU. Hehehe .

Diolah dari data Annual Report Perusahaan

Bisnis asuransi pada dasarnya menerima terlebih dahulu uang premi dari klien di muka, sehingga perusahaan bisa melakukan pengelolaan dana (Capital Allocation) terhadap dana klien yang masih floating, sebelum adanya pembayaran klaim dari klien. Di sinilah inti bisnis asuransi yaitu Investasi.

Perhatikan, memang mayoritas pendapatan nya 70% dari bisnis asuransi, tapi kita lihat grafik di bawah ini.

Diolah dari data Annual Report Perusahaan

Bahwa kalau dari bisnis asuransinya sendiri (Premi dikurangi dengan beban operasional perusahaan), masih belum mampu mencapai keuntungan. Justru yang membuat perusahaan ini profit adalah alokasi kapital dari investasi nya di pasar modal. Seperti apa capital allocation perusahaan?

Diolah dari data Annual Report Perusahaan

Saya baru kali ini sebenarnya menganalisis perusahaan asuransi, semoga next saya bisa membandingkan nya dengan perusahaan asuransi lain.
Nah dari data diatas, terlihat bahwa perusahaan ini cukup konservatif dalam pengelolaan dana nya. Porsi yang cukup besar ada di profil resiko yang cukup rendah yaitu obligasi dan deposito. Yang mana teman-teman bisa melihat sendiri di Laporan Keuangannya, obligasi dan deposito apa saja yang ditempatkan oleh perusahaan. Tapi secara umum, manajemen resiko untuk alokasi kapitalnya cukup baik dan moderat.

Diolah dari data Annual Report Perusahaan

Dari data perusahaan 5 tahun terakhir, terlihat bahwa dana kelolaan investasinya semakin meningkat, ini adalah indikasi yang baik, bahwa dengan semakin meningkatnya dana investasi, berarti potensi keuntungan dari investasinya juga semakin besar dan laba nya pun semakin besar. Apabila perusahaan juga melakukan inovasi yang baik agar pertumbuhan sektor retail semakin bertambah, maka resiko klaim akan semakin rendah, di sisi lain pendapatan premi akan semakin meningkat, dan kapital akan semakin tinggi. Dengan pengguna kendaraan bermotor yang cukup tinggi dan akan naik ke depannya, maka ini adalah peluang yang cukup baik untuk perusahaan. Bisa juga perusahaan bekerja sama dengan gojek, grab atau perusahaan pengiriman lainnya, agar mendapat posisi untuk asuransi kendaraan maupun pengiriman, yang resiko klaimnya pasti sangat kecil. Pernah lihat baris asuransi kan ketika kalian mau mengirim barang secara online? walaupun nilainya kecil tapi apabila kuantitas nya besar, nilainya pasti cukup besar.

4. Valuasi Perusahaan

Honestly, saya juga masih harus banyak belajar di sektor asuransi. Karena cukup kompleks menurut saya. Apalagi asuransi di sektor korporasi dengan resiko yang cukup tinggi.
Tapi yang membuat saya cukup tertarik dengan perusahaan ini adalah karena valuasinya. Dengan nilai pasar saat ini di angka 2,8Triliun, ini sungguh sangat-sangat murah. Perhatikan bahwa aset kas dan investasi yang dimiliki perusahaan nilainya sampai 8 Triliun . Seluruh hutang dan piutang, saya hitung-hitung secara kasar cukup seimbang.
Jadi secara hitungan anak SD, ada disparitas antara harga dan value yang ditawarkan perusahaan ini dengan cukup signifikan. Dengan pendapatan dari premi asuransi juga cukup stabil (mungkin karena ditopang oleh proyek-proyek pertamina) , maka perusahaan ini dapat dengan leluasa mengelola dana premi maupun aset yang dimiliki perusahaan untuk di putar agar menghasilkan profit bagi pemegang saham. Yang penting perusahaan tetap harus hati-hati dalam melakukan capital allocation, jangan sampai seperti perusahaan asuransi tetangga yang cukup ramai diperbincangkan karena beli saham gorengan.

Sekian dulu ya, silahkan teman-teman menyimpulkan sendiri hasilnya. Tetap lakukan analisis dan perhitungan sendiri, baca-baca kembali laporan keuangannya. Ini hanyalah coretan-coretan saya pribadi yang bisa jadi kurang tepat atau salah.

Okey, sekian dulu, happy weekend.

Semoga bermanfaat.

close

Subscribe!

Dapatkan Postingan Terbaru Via Email !

Take a look at our Privacy Policy for more info.

One thought on “Analisis Saham Tugu Insurance (TUGU), Perusahaan Asuransi Terbaik di Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *