Sebelum lanjut membaca, jangan lupa di subscribe ya website ini, dan kalau teman-teman merasa mendapatkan informasi yang baik, tolong diklik juga iklan nya, gak perlu banyak-banyak, cukup sekali aja tiap berkunjung, gratis kok. Supaya website ini bisa saya kembangkan lebih baik lagi. Terimakasih . Hehe

1. Sekilas Tentang Perusahaan

Pernah dengar iklan “Tepung Beras RoseBrand”? Pasti familiar dengan iklan yang sering muncul di TV ini kan?. Yappp, produk dengan merk Rosebrand itu adalah salah satu merk yang diproduksi oleh Sungai Budi Grup. PT. Tunas Baru Lampung ini produksi gulanya, PT. Budi Starch untuk Tepungnya.

PT. Tunas Baru Lampung didirikan tahun 1973. Sudah cukup lama dalam industri pertanian Indonesia.

Dari persentasi di atas, dapat kita nilai bahwa perusahaan ini adalah perusahaan yang berfokus pada produk turunan dari hasil pertanian. Mayortas disumbang oleh Gula, minyak makan, dan Biodiesel.

2. Komposisi Pemegang Saham

Sungai Budi Grup ini menaungi perusahaan TBLA dan BUDI (PT Budi Starch Sweetener Tbk). Tidak terlalu banyak informasi yang bisa saya himpun dari internet tentang sungai budi ini. Namun apabila ada informasi penting, akan saya update di kemudian hari.

3. Profitabilitas Perusahaan

Hal yang paling menarik dari perusahaan ini menurut saya adalah, perusahaan ini bergerak di bidang industri hilir dari produk pertanian. Yang mana tentunya akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan, karena harganya cenderung dapat dikendalikan.

Sementara kalau perusahaan yang murni di industri hulu (komoditasnya), tentu harga yang disepakati pasar lah yang menjadi harga jual perusahaan. Apabila harga dunia naik, maka harga penjualan akan naik, apabila harga pasar turun, maka harga penjualan akan turun.

Berbeda dengan industri hilir, produk nya akan cenderung lebih stabil , apabila bahan bakunya naik, perusahaan akan bisa menaikkan harga jual ke konsumen, namun apabila harga bahan bakunya turun, biasanya harga jual nya akan tetap. Dan ini akan memberi nilai tambah bagi perusahaan yang bergerang di industri hilir.

Sekarang, mari kita lihat gambaran besar dari hasil operasional bisnis perusahaan yang diterjemahkan dalam angka.

Aku pribadi lebih suka melihat database perusahaan kalau punya data yang lebih panjang. Perhatikan Hutang di atas, dari sini bisa saya simpulkan, bahwa perusahaan ini sangat bergantung (atau senang) memanfaatkan leverage (hutang) untuk operasionalnya.

Yang menakjubkan adalah, total beban bunga nya lebih dari 70% terhadap total laba bersihnya. Dan tiap tahun, perusahaan meningkatkan jumlah hutang berbunganya (dalam bentuk obligasi maupun hutang bank) . Meskipun secara size pendapatan, perusahaan tetap mendapatkan kenaikan yang cukup baik.

Selama 10 tahun dari mulai 2005, perusahaan mampu meningkatkan 9 kali nya, dari pendapatan awal di 2005. Very impressive.

Tapi buatku pribadi , aku kurang begitu suka dengan resiko hutang yang besar ini.

Tapi meskipun demikian, dengan history selama 15 tahun ini, perusahaan masih tetap beroperasi dengan baik, artinya, perusahaan masih mampu mengendalikan tingkat hutang ini (meskipun ada 2 krisis besar 2008 dan 2020), dan bertumbuh bersamanya. Hanya , laba nya menjadi berbagi dengan bunga hutang tersebut.

Rata-rata profit net margin nya sendiri cukup stabil di kisaran 6% .

Dan potensi peningkatan porsi pendapatan dari Biodiesel yang cukup besar. Nah, namun disini, masih ada pertanyaan juga, Apakah ke depannya biodiesel akan masih digunakan? atau 10 tahun lagi, kendaraan listriklah yang menguasai pasar?

Perlu mencari data yang lebih komplit lagi untuk menilai bisnis biodiesel ini seperti apa. Untuk saat ini pengguna terbesar biodiesel adalah kendaraan berat (truk-truk) , sementara untuk mobil listrik , masih dimulai dengan mobil penumpang (minibus). Nah , seperti apa perkembangannya saat ini dan ke depan, apakah truk-truk juga akan menggunakan listrik ? dan berapa tahun lagi itu akan terjadi? Dan seperti apa tingkat keuntungan produksi bio diesel perusahaan? apakah lebih menguntungkan dibandingkan solar murni?

Pertanyaan – pertanyaan ini masih menjadi porsi terbesar dalam penilaianku saat ini.

Dan ini akan menjadi tambahan untuk memperbesar margin of safety apabila menjurus ke valuasi.

4. Valuasi Perusahaan

Nah, sekarang kita majukan ke penilaian valuasi. Dengan tingkat hutang dan porsi bunga yang sangat besar terhadap laba bersih, ini menjadi nilai minus buat perusahaan ini.

Di tambah lagi ketidak pastian terhadap bisnis yang mempunyai porsi yang cukup besar, yakni biodiesel nya.

Dengan dihargai 4,7 Triliun, perusahaan ini memiliki ekuitas 5,8 Triliun, dan bisa memperoleh laba setahun 600 Milyar.

Apabila tidak terjadi pertumbuhan, maka pengembalian kapital akan selama 8 tahun, dan apabila pertumbuhan laba setiap tahunnya 15% , maka pengembaliaannya bisa selama 6 tahun.

Menurutku itu adalah nilai yang fair.

Namun yang buatku menjadi ragu adalah, dengan tingginya ketidak pastian di atas, lebih baik lagi, apabila margin of safety nya aku tinggikan, dengan pengembalian 3 tahun dengan tingkat pertumbuhan 15%. Kira-kira harga untuk mendapatkan nilai itu di kisaran 400-500 /lembar.

Ada kesempatan sebenarnya di krisis tahun lalu, namun sudah berlalu. Dan sekarang waktunya adalah menunggu dan mencari tempat lain yang lebih baik dalam oppurtunity cost yang diberikan.

close

Subscribe!

Dapatkan Postingan Terbaru Via Email !

Take a look at our Privacy Policy for more info.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *